Laporan Praktikum
Uji Kandumgan Kimia Pada Makanan
Ratu Melda Hermanda,dkk
SMPN 3 Slawi, Tegal
1.Tujuan
Untuk dapat mengidentifikasi zat kimia pada makanan yang terdapat di dalam berbagai bahan olahan makanan yang telah ditentukan.
2. Kajian Teori
Makanan adalah bahan, biasanya berasal dari hewan/tumbuhan yang dimakan oleh makhluk hidup untuk mendapatkan tenaga dan nutrisi cairan yang dipakai untuk maksud ini sering disebut makanan, tetapi kata makanan juga bisa dipakai. Istilah ini kadang-kadang dipakai dengan kiasan, seperti “Makan Untuk Pemikiran.”
Kecukupan makanan dapat dinilai dengan status gizi secara andopometri. Namun, adapun jenis makanan yang menggunakan pengawet, pengawet pada makanan dibagi menjadi 2 yaitu pengawet alami dan pengawet sintetis. Sekarang ini banyak sekali pedagang-pedagang curang yang menjual makanan dengan menggunakan pengawet sintetis. Padahal kita tahu bahwa pengawet sintetis itu berbahaya, misalnya sering kita jumpai pada penjual bakso dan cilok. Para pedagang yang curang biasanya akan menambahkan boraks supaya bakso atau cilok tersebut bertekstur lebih kenyal.
3. Alat dan Bahan
a. Mangkok porselin
b. Tusuk gigi
c. Bakso
d. Cilok
e. Kunyit
4. Prosedur/ Cara Kerja
a. Sebelum menguji kandungan zat kimia pada makanan, kita siapkan alat dan bahan terlebih dahulu.
b. Setelah itu tusukkan 2 buah tusuk gigi ke dalam kunyit.
c. Tunggu dan putar tusuk gigi tersebut sampai tusuk gigi berwarna kuning.
d. Setelah tusuk gigi mulai berwarna kuning, tusuklah bakso dan cilok yang sudah disiapkan terlebih dahulu.
e. Biarkan selama kurang lebih lima menit.
f. Amati warna yang nampak pada cilok yang mengandung boraks.
g. Setelah semuanya selesai catat hasil pengamatan.
5. Hasil Pengamatan
| No | Bahan Makanan | Perubahan yang terjadi |
| 1. | Bakso | Ada indikasi boraks, karena pada bekas tusuk gigi terdapat perubahan warna yang dialami menjadi orange kepucatan. |
| 2. | Cilok | Positif mengandung boraks, karena bekas tusuk gigi terdapat perunahan warna yang dialami menjadi orange cerah. |
6. Pembahasan
Pada kedua bahan olahan makanan yang masing-masing sudah ditusukkan ke 2 tusuk gigi yang menyerap serat pada kunyit sama-sama mengandung bahan kimia. Walaupun warna pada tusuk gigi yang ditusukkan pada cilok lebih pekat namun kedua tusuk tersebut mengalami perubahan warna yang berarti keduannya mengandung bahan kimia. Hal ini disebabkan adanya kandungan kurkumin. Namun, tanpa ditambah pereaksi lain, kurkumin kurang efektif mendeteksi boraks karena akan bereaksi juga dengan bahan-bahan lain yang mempunyai sifat basa seperti boraks.
Bahan kimia pada makanan tidak hanya boraks, berikut macam-macamnya.
- Nitrat
Zat ini digunakan sebagai pengawet makanan dan rasa gurih dalam daging dan ikan. Nitrat dalam makanan kemasan/kalengan ini dapat berbahaya bagi jantung.
- Merkuri
Merkuri menjadi racun pada tubuh apabila jumlahnya banyak menumpuk ditubuh.
- Arsenik
Arsenik ditemukan dalam air serapan tanah dan bila dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dapat menyebabkan kanker.
7. Kesimpulan
Hasil uji kandungan zat kimia pada bakso dan cilok dapat diketahui dengan tusuk gigi yang telah ditusukkan pada kunyit. Jika bakso dan cilok mengandung bahan kimia, maka tusuk gigi akan mengalami perubahan warna menjadi orange cerah. Hal ini dapat memastikan bahwa makanan yang telah diuji coba tersebut mengandung bahan kimia yang dapat mengancam kesehatan siapapun yang mengkonsumsinya.

Tinggalkan komentar